Skip to main content

Pengenalan Budidaya Tanaman

Pengertian Budidaya Tanaman

Budidaya tanaman adalah suatu usaha terstuktur dan terencana dalam pengembangan dan pemeliharaan tanaman agar memberikan hasil dan manfaat sesuai dengan yang diinginkan. Suatu kegiatan  pengembangan dan pemeliharaan tanaman dapat dikatakan sebagai budidaya apabila kegiatan tersebut pada suatu lahan yang sengaja diolah untuk memperoleh suatu hasil optimal serta maksimal dan kegiatan ini dilakukan secara menetap (tidak berpindah-pindah). Secara garis besar, kegiatan budidaya tanaman meliputi pembibitan, persiapan lahan, pemupukan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit atau organisme pengganggu tanaman (OPT) lainnya, panen, dan penanganan pasca panen.

Bibit padi, budidaya, padi
Bibit Padi



Faktor-faktor Eksternal yang Berpengaruh dalam Budidaya Tanaman

Ada beberapa faktor eksternal paling berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Faktor-faktor inilah yang perlu diperhatikan untuk menentukkan jenis tanaman yang akan dibudidayakan, sehingga diperoleh hasil maksimal. Adapun faktor-faktor eksternal tersebut adalah:

Iklim

Iklim yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman adalah suhu, sinar matahari, curah hujan, kelembaban udara, dan angin.

Tanah

Tanah adalah unsur penting dalam budidaya tanaman. Tanah berfungsi sebagai tempat tumbuh, penyedia unsur hara, dan sumber air bagi tanaman.

Hama dan Penyakit

Tanaman yang terserang oleh hama dan penyakit mengalami penurunan produktivitas atau bahkan mati. Jadi penanggulangan hama penyakit pada tanaman perlu dilakukan dengan serius untuk menjaga produktivitas tanaman.

Perkembangan Budidaya Tanaman

Budidaya tanaman telah dikenal sejak zaman prasejarah. Awalnya manusia purba pada zaman prasejarah memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dengan cara langsung mengambilnya dari alam. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, sumber daya dari alam yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut semakin sulit untuk didapatkan. Inilah memaksa orang-orang zaman dahulu mencari cara lain untuk mempertahankan hidup mereka. Sehingga mereka mulai memikirkan cara memenuhi kebutuhan hidup tanpa mengandalkan apa-apa yang telah tersedia di alam. Ini diawali dengan peladangan berpindah, inilah yang menjadi cikal bakal budidaya tanaman. Kegiatan ini sangat berperan penting dalam merubah peradaban dan kebudayaan manusia. Berdasarkan jenis produk yang akan dihasilkan dan manfaatnya bagi manusia, budidaya tanaman dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar yaitu, budidaya tanaman pangan, tanaman hortikultura, dan tanaman perkebunan.

kakao, tanaman perkebunan, buah kakao, budidaya kakao
Tanaman Perkebunan (Kakao)
Di era modern ini, areal yang digunakan untuk budidaya tanaman semakin menyempit, sedangkan populasi manusia terus meningkat setiap tahunnya. Sekarang manusia dituntut untuk menghasilkan produk pertanian sebanyak-banyaknya dalam areal budidaya yang terbatas dan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Ini merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan teknik budidaya tanaman terus berkembang dengan pesat. Mulai dari teknologi dan teknik pembibitan tanaman seperti kultur jaringan, rekayasa genetika, dan lain sebagainya yang semakin terus berkembang, sehingga bermunculan bibit-bibit unggul yang tahan terhadap serangan hama penyakit serta memiliki umur tanam yang relatif singkat. Sampai kepada perkembangan teknologi yang digunakan pemanenan dan penanganan pasca panen yang membuat proses pemanenan menjadi lebih cepat dan penanganan pasca panen yang dapat mempertahankan mutu dari produk pertanian tersebut.

Pengolahan lahan, traktor roda dua, sawah
Penggunaan Traktor dalam Persiapan Lahan akan Mempercepat Pekerjaan

Potensi Pengembangan Budidaya Tanaman di Indonesia

Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan sumber daya alam. Sebagian besar penduduk Indonesia menggantungkan kehidupan mereka pada sektor pertanian. Ini merupakan modal dasar yang dapat digunakan untuk mengembangkan teknik budidaya tanaman di Indonesia. Sehingga tidak terjadi kekurangan bahan pangan di Indonesia kemudian hari. Diharapkan dengan semakin berkembangkan teknik budidaya tanaman di Indonesia, ketersediaan bahan pangan akan terus terjaga.

Popular posts from this blog

Penanganan Pasca Panen Ubi Kayu

Manfaat Ubi Kayu (Singkong) Ubi kayu merupakan tanaman pertanian yang sangat mudah untuk dibudidayakan. Masyarakat biasanya menjadikan ubi kayu sebagai tanaman pekarangan. Daun ubi kayu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain daunnya dimanfaatkan sebagai sayuran, umbi ubi kayu memiliki berbagai macam manfaat, diantaranya: sebagai bahan pangansebagai bahan baku tepung (tapioka, ubi kayu, gaplek)diolah menjadi turunan pati (pemanis, alkohol)sebagai pakan ternak Penanganan pasca panen Penanganan pasca panen pada ubi kayu (singkong) dilakukan dalam beberapa proses penanganan. Proses inilah akan meningkatkan nilai jual dari ubi kayu dilakukan dengan benar. Adapun proses penanganan pasca panen pada ubi kayu adalah sebagai berikut:

panenpengangkutanpengupasan kulitperajanganpengeringanpenyimpanan

Pirolisis

Apa itu Pirolisis? Pirolisis adalah energi terbarukan yang berasal dari suatu proses dekomposisi kimia bahan organik melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen atau bahan lain yang dikonsumsi saat terjadi reaksi kimia tersebut, di mana material mentah akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas. Pirolisis adalah kasus khusus termolisis. Pirilosis dapat menyebabkan terjadinya karbonisasi, hal ini akan terjadi pada pirolisis ekstrim yang hanya meninggalkan karbon sebagai residu.

Pengecilan Ukuran

        A.LATAR BELAKANG
Bahan baku pasca panen yang tersedia pada umumnya belum dalam bentuk yang sesuai dengan yang dibutuhkan, termasuk dalam hal ukuran. Pengecilan ukuran dapat didefinisikan sebagai penghancuran dan pemotongan mengurangiukuran bahan padat dengan kerja mekanis, yaitu membaginya menjadi partikel-partikel yanglebih kecil.Dalam pengecilan ukuran ada usaha penggunaan alat mekanis tanpamerubah stuktur kimia dari bahan, dan keseragaman ukuran dan bentuk dari satuan bijianyang diinginkan pada akhir proses, tetapi jarang tercapai.

Pengeringan Kakao

Proses pengeringan merupakan penanganan pasca panen pada hasil pertanian. Proses pengeringan terjadi karena adanya perpindahan panas dari udara ke bahan sehingga air yang terkandung di dalam bahan akan menguap ke lingkungan.  Perpindahan panas ini terjadi secara konduksi, konveksi, dan radiasi.  Salah satu cara perpindahan panas adalah dengan menghembuskan udara panas melewati bahan sehingga air yang terkandung di dalam biji akan menguap.  Proses pengeringan diawali dengan menguapkan air yang ada dipermukaan bahan, setelah air dipermukaan bahan diuapkan maka tekanan uap air yang ada di dalam bahan menjadi lebih tinggi daripada tekanan air yang ada di permukaan bahan sehingga air yang ada di dalam bahan akan berpindah dari dalam bahan ke permukaan.  Karena proses pengeringan menyebabkan turunnya kadar air dari suatu bahan, ini akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan mikroba sehingga umur simpan dari bahan akan semakin lama.

Pengeringan Bahan Pangan

Definisi Pengeringan pada Bahan PanganPengeringan adalah suatu proses yang paling sering dilakukan dalam proses penanganan pasca penen hasil pertanian khususnya bahan pangan. Hal ini dikarenakan pada bahan pangan terdapat kandungan air yang cukup tinggi yang akan berakibat pada cepatnya penurunan mutu produk. Kerusakan pada bahan pangan disebabkan terjadinya kerusakan kimiawi, enzimatik dan mikrobiologik.  Pengeringan adalah proses pengeluaran air atau pemisahan air dari bahan dengan menggunakan energi panas sehingga kadar air yang terkandung pada bahan menjadi sedikit. Hasil akhir dari proses pengeringan adalah bahan kering yang mempunyai kadar air setara dengan kadar air kesetimbangan udara (atmosfer) normal atau setara dengan aktivitas air (Aw) yang aman dari kerusakan mikrobiologis, enzimatis dan kimiawi.