Skip to main content

Pengeringan Kakao

Proses pengeringan merupakan penanganan pasca panen pada hasil pertanian. Proses pengeringan terjadi karena adanya perpindahan panas dari udara ke bahan sehingga air yang terkandung di dalam bahan akan menguap ke lingkungan.  Perpindahan panas ini terjadi secara konduksi, konveksi, dan radiasi.  Salah satu cara perpindahan panas adalah dengan menghembuskan udara panas melewati bahan sehingga air yang terkandung di dalam biji akan menguap.  Proses pengeringan diawali dengan menguapkan air yang ada dipermukaan bahan, setelah air dipermukaan bahan diuapkan maka tekanan uap air yang ada di dalam bahan menjadi lebih tinggi daripada tekanan air yang ada di permukaan bahan sehingga air yang ada di dalam bahan akan berpindah dari dalam bahan ke permukaan.  Karena proses pengeringan menyebabkan turunnya kadar air dari suatu bahan, ini akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan mikroba sehingga umur simpan dari bahan akan semakin lama.
Pengeringan merupakan suatu proses penguapan atau penurunan kadar air dari suatu bahan sehinggga kadar air dalam keaadaan setimbang pada waktu suhu nornal.  Kandungan air bahan terdapat dalam dua bentuk yaitu air bebas dan air terikat dalam proses pengerigan air bebas akan diuapkan terlebih dahulu dan kemudian air terikat ( Henderson dan Perry 1976). 
Kadar air akhir biji kakao yang dikeringkan harus berkisar antara 6% - 8% basis basah.  Jika kurang dari 6% maka akan menyebabkan kulit biji menjadi rapuh, sedangkan jika kadar air pada biji lebih dari 8% akan menyebabkan biji mudah untuk ditumbuhi jamur ( Urquhart 1960).  Pada akhir fermentasi kadar air biji kakao adalah 60% basis basah.  Di Rajamandala kadar air biji diturunkan sampai 7%  dengan lama pengeringan kurang lebih selama 30 jam.  Lamanya waktu yang dibutuhkan dalam proses pengeringan tergantung dari sifat higroskopis dari biji, jumlah biji dan tebalnya lapisan biji yang akan dikeringkan.  Selain itu kualitas dari biji juga dapat mempengaruhi lamanya proses pengering, karena apabila biji yang akan dikeringkan banyak yang menggumpal akibat terserang hama, proses pembalikan akan terhambat, sehingga proses pengeringan memakan waktu yang lama.
Menurut Handserson dan perry (1976), faktor yang mempengaruhi lamanya proses pengeringan adalah sifat udara pengering, seperti suhu, kelembaban, arah dan kecepatan aliran udara.  Suhu udara pengering juga sangat berperan dalam menentukan lamanya waktu pengeringan.  Biasanya suhu pengeringan diatur antara 45 oC – 50 oC.
Proses pengeringan terdiri atas tiga jenis, yaitu pengeringan alami (sun drying),  pengeringan mekanis (mechanical drying) dan kombinasi dari keduanya.  Pengeringan alamiah dilakukan dengan penjemuran langsung di bawah sinar matahari, sedangkan pengeringan mekanis adalah pengeringan dengan menggunakan alat pengering.  Selain itu proses pengeringan dapat dilakukan dengan memadukan antara pengeringan alami dengan pengeringan mekanis.  Penjemuran dilakukan untuk menurunkan kadar air dan membentuk warna pada biji, sedangkan pengeringan mekanis dilakukan untuk mengurangi kadar air pada biji sampai kadar air yang telah ditetapkan.  Dari segi kualitas biji yang dikeringkan, pengeringan alami akan menghasilkan biji yang lebih bagus dibandingkan dengankan dengan pengeringan mekanis, baik dari segi warna maupun aroma dari biji.  Tetapi pengeringan alami membutuhkan waktu yang lama dan akan banyak menyebabkan biji pecah, karena proses pembalikan biji dilakukan secara menual.  Proses penjemuran dilakukan jika cuaca panas.  Apabila keadaan cuaca tidak mendukung, setelah dilakukan proses pencucian, biji akan langsung dikeringkan secara mekanis salah satunya dengan menggunakan rotary dryer.  Proses pengeringan dihentikan ketika kadar air yang terkandung pada biji sudah 9%.  Kemudian dilakukan tempiring dengan cara mendiamkan biji di dalam pengering selama kurang lebih 6 jam.  Tempiring bertujuan untuk menyesuaikan suhu biji kakao setelah pemanasan dengan suhu lingkungan dan kadar air yang terkandung di dalam biji akan turun menjadi 7%.  Pengeringan dengan menggunakan rotary dryer dapat dilihat pada Gambar 1 dan 2.

Pengeringan Biji Kakao dengan Rotary dryer

                  Gambar 1. Pengeringan dengan menggunakan rotary dryer 

Rotary Dryer
                                            Gambar 2.  Rotary dryer

Popular posts from this blog

Pirolisis

Apa itu Pirolisis? Pirolisis adalah energi terbarukan yang berasal dari suatu proses dekomposisi kimia bahan organik melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen atau bahan lain yang dikonsumsi saat terjadi reaksi kimia tersebut, di mana material mentah akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas. Pirolisis adalah kasus khusus termolisis. Pirilosis dapat menyebabkan terjadinya karbonisasi, hal ini akan terjadi pada pirolisis ekstrim yang hanya meninggalkan karbon sebagai residu.

Penanganan Pasca Panen Ubi Kayu

Manfaat Ubi Kayu (Singkong) Ubi kayu merupakan tanaman pertanian yang sangat mudah untuk dibudidayakan. Masyarakat biasanya menjadikan ubi kayu sebagai tanaman pekarangan. Daun ubi kayu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain daunnya dimanfaatkan sebagai sayuran, umbi ubi kayu memiliki berbagai macam manfaat, diantaranya: sebagai bahan pangansebagai bahan baku tepung (tapioka, ubi kayu, gaplek)diolah menjadi turunan pati (pemanis, alkohol)sebagai pakan ternak Penanganan pasca panen Penanganan pasca panen pada ubi kayu (singkong) dilakukan dalam beberapa proses penanganan. Proses inilah akan meningkatkan nilai jual dari ubi kayu dilakukan dengan benar. Adapun proses penanganan pasca panen pada ubi kayu adalah sebagai berikut:

panenpengangkutanpengupasan kulitperajanganpengeringanpenyimpanan

Pengecilan Ukuran

        A.LATAR BELAKANG
Bahan baku pasca panen yang tersedia pada umumnya belum dalam bentuk yang sesuai dengan yang dibutuhkan, termasuk dalam hal ukuran. Pengecilan ukuran dapat didefinisikan sebagai penghancuran dan pemotongan mengurangiukuran bahan padat dengan kerja mekanis, yaitu membaginya menjadi partikel-partikel yanglebih kecil.Dalam pengecilan ukuran ada usaha penggunaan alat mekanis tanpamerubah stuktur kimia dari bahan, dan keseragaman ukuran dan bentuk dari satuan bijianyang diinginkan pada akhir proses, tetapi jarang tercapai.

Pengeringan Biji-Bijian

Apa Itu Pengeringan Biji-bijian?Pengeringan biji-bijian adalah proses pengurangan kandungan air yang terdapat dalam biji-bijian tersebut. Penanganan pasca panen ini sudah dikenal sejak zaman dahulu, pada zaman dahulu pengeringan digunakan untuk mengawetkan bahan pangan agar dapat dikonsumsi ketika musim paceklik. Pada masa kini selain bertujuan untuk meningkatkan umur simpan dari hasil pertanian, pengeringan juga akan menaikan harga jual dari hasil pertanian tersebut.