Skip to main content

Penanganan Pasca Panen kedelai

    Pelaku pasca panen
  1. petani
  2. kelompok tani
  3. petani pengumpul
  4. koperasi
  5. industri
     Penanganan pasca panen pada kedelai adalah sebagai berikut:
  1. pemanenan
  2. pengangkutan
  3. pengeringan
  4. perontokan
  5. pembersihan
  6. pengemasan/penyimpanan
      Adapun faktor yang mempengaruhi penyusutan pada kedelai adalah:
  1. varietas kedelai
  2. kadar air saat pemanenan
  3. pengaruh musim                                       penyusutan akibat:
  4. cara penen                                               tercecer             : 10-15.5%
  5. cara pengangkutan                                    mutu yang jelek : 2.5-8%
  6. cara pengeringan
  7. cara perontokan
  8. cara penyimpanan
Panen
       kedelai harus dipanen pada umur optimum agar kualitas yang dihasilkan baik dan penyusutan akan berkurang. Umur optimum pemanenan untuk kedelai Wilis adalah 88 hari, Orba 85-90 hari, Lokon 73-78 hari. Apabila kedelai dipanen pada kadar air yang tinggi (30-40%) maka warna kedelai akan kusam, pengeringan akan lama, banyak butir keriput, dan susut (kualitas dan kuantitas) tinggi. Setelah dipanen apabila terjadi penundaan pengeringan, kedelai dihamparkan terlebih dahulu.
          Pada umumnya kedelai dipanen secara manual dengan menggunakan sabit atau pencabutan akar. Pemanenan dengan menggunakan sabit, batang kedelai dipotong 5 cm di atas tanah. Untuk pemanenan dengan pencabutan akar, pohon kedelai langsung dicabut dengan akar-akarnya. Pencabutan bersama akar ini akan menyebabkan tanah menjadi kurang subur dan kotoran yang menempel pada buah kedelai akan meningkat.

Pengeringan 
        Pengeringan bertujuan untuk menurunkan kadar air sampai kadar air aman untuk perontokan dan penyimpanan kedelai (14% untuk penyimpanan, 17% untuk perontokan, 12% untuk benih). Pengeringan yang tidak tepat dapat menurunkan mutu kedelai, seperti kandungan protein, pati, minyak, daya simpan, dan viabilitas benih kedelai.
       Faktor-faktor pengeringan antara lain:
  • Kadar air awal
  • Kadar air akhir
  • laju pengeringan
  • suhu pengeringan
  • laju volume udara pengering
  • ketebalan lapisan (produk)
  • tekanan statik
          Pengeringan dapat dilakukan dengan dua cara, secara alami dengan proses penjemuran atau secara mekanis dengan menggunakan mesin pengering.
1. Pengeringan dengan penjemuran
  • biaya murah
  • mudah dilakukan
  • cukup efektif
     Kerugiannya:
  • mutu hasil pengeringan kurang seragam dan konsisten karena penjemuran tergantung pada cuaca
  • waktu pengeringan lama
  • suhu sulit dikendalikan
  • memerlukan tempat yang luas
2. Mesin pengering
  • cepat
  • hasil lebih seragam
  • suhu dapat dikendalikan
      Kerugiannya:
  • biaya pengeringan lebih mahal
      Pengeringan dengan suhu rendah < 43 oC, cocok untuk benih dan pangan
      Pengeringan dengan suhu tinggi    < 80 oC, cocol untuk pakan ternak

Popular posts from this blog

Pirolisis

Apa itu Pirolisis? Pirolisis adalah energi terbarukan yang berasal dari suatu proses dekomposisi kimia bahan organik melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen atau bahan lain yang dikonsumsi saat terjadi reaksi kimia tersebut, di mana material mentah akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas. Pirolisis adalah kasus khusus termolisis. Pirilosis dapat menyebabkan terjadinya karbonisasi, hal ini akan terjadi pada pirolisis ekstrim yang hanya meninggalkan karbon sebagai residu.

Penanganan Pasca Panen Ubi Kayu

Manfaat Ubi Kayu (Singkong) Ubi kayu merupakan tanaman pertanian yang sangat mudah untuk dibudidayakan. Masyarakat biasanya menjadikan ubi kayu sebagai tanaman pekarangan. Daun ubi kayu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain daunnya dimanfaatkan sebagai sayuran, umbi ubi kayu memiliki berbagai macam manfaat, diantaranya: sebagai bahan pangansebagai bahan baku tepung (tapioka, ubi kayu, gaplek)diolah menjadi turunan pati (pemanis, alkohol)sebagai pakan ternak Penanganan pasca panen Penanganan pasca panen pada ubi kayu (singkong) dilakukan dalam beberapa proses penanganan. Proses inilah akan meningkatkan nilai jual dari ubi kayu dilakukan dengan benar. Adapun proses penanganan pasca panen pada ubi kayu adalah sebagai berikut:

panenpengangkutanpengupasan kulitperajanganpengeringanpenyimpanan

Pengeringan Kakao

Proses pengeringan merupakan penanganan pasca panen pada hasil pertanian. Proses pengeringan terjadi karena adanya perpindahan panas dari udara ke bahan sehingga air yang terkandung di dalam bahan akan menguap ke lingkungan.  Perpindahan panas ini terjadi secara konduksi, konveksi, dan radiasi.  Salah satu cara perpindahan panas adalah dengan menghembuskan udara panas melewati bahan sehingga air yang terkandung di dalam biji akan menguap.  Proses pengeringan diawali dengan menguapkan air yang ada dipermukaan bahan, setelah air dipermukaan bahan diuapkan maka tekanan uap air yang ada di dalam bahan menjadi lebih tinggi daripada tekanan air yang ada di permukaan bahan sehingga air yang ada di dalam bahan akan berpindah dari dalam bahan ke permukaan.  Karena proses pengeringan menyebabkan turunnya kadar air dari suatu bahan, ini akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan mikroba sehingga umur simpan dari bahan akan semakin lama.

Pengecilan Ukuran

        A.LATAR BELAKANG
Bahan baku pasca panen yang tersedia pada umumnya belum dalam bentuk yang sesuai dengan yang dibutuhkan, termasuk dalam hal ukuran. Pengecilan ukuran dapat didefinisikan sebagai penghancuran dan pemotongan mengurangiukuran bahan padat dengan kerja mekanis, yaitu membaginya menjadi partikel-partikel yanglebih kecil.Dalam pengecilan ukuran ada usaha penggunaan alat mekanis tanpamerubah stuktur kimia dari bahan, dan keseragaman ukuran dan bentuk dari satuan bijianyang diinginkan pada akhir proses, tetapi jarang tercapai.

Pengeringan Biji-Bijian

Apa Itu Pengeringan Biji-bijian?Pengeringan biji-bijian adalah proses pengurangan kandungan air yang terdapat dalam biji-bijian tersebut. Penanganan pasca panen ini sudah dikenal sejak zaman dahulu, pada zaman dahulu pengeringan digunakan untuk mengawetkan bahan pangan agar dapat dikonsumsi ketika musim paceklik. Pada masa kini selain bertujuan untuk meningkatkan umur simpan dari hasil pertanian, pengeringan juga akan menaikan harga jual dari hasil pertanian tersebut.